Kamis, 26 April 2018

Bersihkan karang gigi dengan 3 perawatan ala rumahan ini


Karang gigi merupakan lapisan keras yang terbentuk di sela-sela gigi dan gusi ini terbentuk oleh bakteri, sisa makanan dan garam mineral. Jika tak dibersihkan, lapisan keras itu akan merusak gigi dan membuat gusi infeksi.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan dari karang gigi yaitu bau mulut dan berisiko menyebabkan peradangan. Oleh sebab itu, dilansir dari Step to Health, Jumat (16/3/2018), berikut adalah tiga perawatan untuk membersihkan karang gigi yang dapat Anda lakukan di rumah.

1. Soda kue dan minyak kelapa


Campuran kedua bahan rumahan ini ternyata ampuh membersihkan karang gigi. Kandungan antimikroba pada campuran soda kue dan minyak kelapa membasmi bakteri, menyingkirkan sisa makanan dan membuat gigi tampak lebih putih dan sehat.

Anda dapat mencampurkan setengah sendok teh soda kue dengan satu sendok makan minyak kelapa dan tiga tetes minyak peppermint, hingga menjadi seperti pasta gigi. Setelah itu, gunakan pasta buatan tersebut saat Anda menyikat gigi. Lakukan sehari sekali dalam seminggu, dan karang gigi Anda akan hilang.

2. Ragi bir


Bahan rumahan ini dapat membantu membasmi bakteri pada gigi Anda. Mencampurkannya dengan sedikit garam akan membuatnya dapat melunakkan sisa makanan yang membentuk karang gigi.

Serupa dengan ramuan pasta sebelumnya, Anda dapat mencampurkan satu sendok makan ragi bir dengan setengah sendok teh garam dan air secukupnya. Setelah itu, Anda dapat menyikat gigi dengan pasta tersebut dua kali sehari selama seminggu.

3. Arang aktif


Meski berwarna hitam, arang aktif merupakan salah satu solusi terbaik untuk membersihkan karang gigi. Senyawa yang terkandung di dalamnya dapat menghilangkan sisa makanan, memperbaiki email gigi, dan mencegah infeksi bakteri.

Untuk menggunakannya, Anda dapat menghaluskan arang aktif dengan sedikit air hingga menjadi seperti pasta. Setelah itu, Anda dapat menyikat gigi menggunakan bahan tersebut dan membiarkannya selama tiga hingga lima menit. Setelah itu, bilas dan lakukan hal serupa dua atau tiga kali seminggu.

Selasa, 10 April 2018

Pentingnya belajar usaha sendiri sejak dini


Menjadi wirausaha sukses nyaris menjadi dambaan bagi sebagian besar orang. Terlebih, jika dengan menjadi pengusaha kemakmuran seseorang begitu terlihat, hingga membuat siapapun yang memandangnya tergerak untuk menjadi pebisnis juga. Meski begitu, satu hal yang perlu disadari, jika sebelum sukses besar, seorang pengusaha perlu merintis, serta tak jarang mengawali kegagalan berulang kali di awal.

Inilah pentingnya kenapa belajar usaha perlu diterapkan sejak dini, agar mimpi kesuksesan di usia muda bisa diwujudkan. Lebih lanjut, berikut ini manfaat belajar usaha sendiri sedari awal.

Mendorong Lebih Mandiri


Ketika seseorang memutuskan untuk mulai berwirausaha sendiri, maka segalanya harus siap dijalankan dari awal. Bagaimanapun pilihan tersebut menghadapkan seseorang untuk bisa menangani segala hal secara mandiri. Memang tak mudah mulanya, tetapi perlahan memilih usaha sendiri bakal menimbulkan keseruan, termasuk tak perlu lagi menunggu perintah atasan, juga untung-rugi bisa dikelola secara mandiri.

Lebih Efisien Mengatur Keuangan


Mungkin saat masih bekerja di korporasi, kebiasaan mengelola uang masih belum begitu rinci, lantaran tak perlu menyiapkan modal atau mengatur siklus keuangan sebagaimana dalam berwirausaha. Namun, saat usaha sendiri, keuangan dituntut untuk diatur secara efisien, agar laba yang diperoleh tidak lebih sedikit dari kerugian yang dialami. Prinsip kehati-hatian itulah yang kemudian membuat siapapun yang usaha sendiri lebih piawai mengatur keuangan.

Terhindar dari Perilaku Konsumtif


Usaha sendiri artinya seseorang lebih berfokus memproduksi sesuatu yang baru. Walau mulanya perilaku produktif tersebut hanya diterapkan kala berwirausaha, tetapi dampaknya bisa terbawa pada ke dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk salah satunya, terhindar dari perilaku konsumtif, lantaran barang yang hendak dibeli merasa tak lebih bagus dari buatan sendiri.

Membuat Diri Lebih Kreatif


Belajar usaha sedari dini ternyata tidak hanya berdampak positif secara ekonomi, tetapi juga berpengaruh pada mental. Secara psikologis, hal tersebut rupanya mendorong seseorang untuk berpikir lebih kreatif, utamanya dalam mencari terobosan atau ide-ide baru. Selain itu, kegagalan berulang dalam selama proses usaha sendiri juga membuat mental lebih kuat.